Warning !!

Peringatan!! Banyak mengandung artikel atau informasi untuk khusus DEWASA.
Informasi yang ada di sini bukan sebagai pengganti anjuran dan terapi yang diberikan oleh dokter atau ahli bidang bersangkutan, namun diharapkan dapat menambah pengetahuan Anda. Sebaiknya Anda tetap mengkonsultasikan masalah Anda dengan dokter keluarga Anda atau ahli bidang bersangkutan.

Bila Anda ingin berbagi artikel/ info yang menarik dan sesuai dengan topik blog ini, silahkan berbagi dengan join dan posting ke info_pria@yahoogroups.com.
Semua sumber/ penulis dari pada artikel/ tulisan/ informasi yang dimuat sudah kami usahakan untuk dicantumkan. Bila ada kesalahan harap hubungi kami pada (info_pria-owner[at]yahoogroups[dot]com). Terima kasih.

LEBIH LENGKAP!! Dapatkan DVD Info-Pria, yang berisikan e-book, kumpulan artikel, software dan lainnya. Lebih rinci klik disini.

Sunday, March 11, 2007

Mitos Sesatkan Seks Remaja

Tampaknya banyak remaja tidak begitu mengerti tentang kontrasepsi yang sesungguhnya. Mereka malah lebih percaya akan berbagai mitos dan cerita-cerita lama yang kebenarannya sangat meragukan. Misalnya, remaja ini yakin bahwa radioaktif jam tangan dapat membunuh sel sperma atau minuman berkarbonat dapat mematikan sel telur wanita.

Hal itu terungkap dari hasil sebuah survei yang dilakukan terhadap remaja di Inggris. Diduga, kurangnya pemahaman tentang kontrasepsi ini merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat kehamilan di kalangan remaja.

Survei yang dilakukan majalah Doctor tersebut menemukan bahwa para remaja sangat percaya pada berbagai jenis mitos aneh. Bukan itu saja, mereka juga yakin dengan cerita-cerita lama.

Misalnya, sebagian remaja pria melingkarkan jam tangan pada penis sebelum melakukan hubungan seks. Soalnya, mereka percaya bahwa radioaktif pada lempeng jam tersebut dapat membunuh sperma. Sedangkan remaja wanita menyemprotkan Coca-Cola pada alat kelaminnya atau minum banyak susu agar mereka tidak hamil.

Bukan hanya itu, remaja wanita lainnya mengira tidak akan hamil apabila mereka tidur tengkurap selama dua jam. Yang lainnya batuk setelah melakukan hubungan seks. Atau sebagian lagi melakukan hubunga seks dalam air dengan mengenakan pakaian.

Menurut survei tersebut, semua mitos dan cerita lama ini diungkapkan remaja tersebut kepada sekitar 2.200 dokter umum. Juga ditemukan, sebanyak 85% di antara dokter tersebut menduga remaja tidak menggunakan alat kontrasepsi yang sebenarnya karena mereka malu meminta penjelasan tentang manfaatnya.

Namun, selain faktor rasa malu tersebut, sebanyak 70% dokter yakin bahwa masalahnya terletak pada ketidaktahuan remaja tersebut tentang kontrasepsi. Selain itu, sebanyak 70% dokter menduga bahwa remaja khawatir kerahasiaannya akan dibocorkan.

Karena itu, beberapa pakar seks sangat menganjurkan agar dokter lebih berperan dalam membantu remaja ini. Mereka perlu menjelaskan lebih banyak tentang alat kontrasepsi yang sebenarnya dan bagaimana menggunakannya.

Masalahnya, dalam masyarakat sekarang, para remaja makin dibombardir dengan dunia seks dari berbagai sumber. Selain itu, mereka juga memperoleh banyak pesan keliru lewat informasi yang diperoleh dari masyarakat.

Pakar seks juga menganjurkan agar metode pendidikan seks lebih digencarkan, terutama dari pihak orang tua. Selama ini, informasi yang diperoleh remaja tentang seks masih terlalu sedikit, terlalu terlambat, dan terlalu banyak mengandung pengetahuan yang keliru. Pakar seks ini menyarankan agar segala mitos dan cerita-cerita lama yang tidak benar dihilangkan dari metode pendidikan seks tersebut.

1 comment:

Blogger said...

Which is better Pepsi or Coca-Cola?
ANSWER THE POLL and you could get a prepaid VISA gift card!