Banyak orang yang setelah patah hati -entah karena putus pacar, entah karena bercerai- kemudian memiliki pandangan hidup yang berbeda dalam hubungan percintaan. Ini disebabkan karena mereka berusaha belajar dari ‘kesalahan’ masa lalunya.
Konon, menurut versi mereka, patah hati dan putus cinta menjadi terasa begitu pedih karena sebelumnya mereka menyerahkan hati serta perasaan mereka sepenuhnya pada pacar ataupun pasangannya. Agar kepedihan itu tak terulang, ketika mereka pertama kali membangun hubungan kembali, kebanyakan sikap yang dipilih adalah tak akan menyerahkan hati atau perasaannya sepenuhnya. “Biar nanti kalau bubaran nggak sakit,” begitu alasannya.
Sikap ini, menurut psikolog Dra. Livia Iskandar Dharmawan, MSc. Bisa dimengerti karena mereka dalam kondisi belum sembuh dari ‘luka’ sebelumnya. “Biasanya, hubungan yang mereka bangun untuk sekedar menunjukkan pada orang lain bahwa dia bisa menjalin hubungan baru lagi. Kadang, malah alasannya karena masih merasa takut dengan kesendirian yang dialaminya,” katanya.
Jika itu alasannya, tentulah hubungan yang dijalin kemudian bisa dianggap memiliki landasan yang salah. Jangan harap bisa langgeng deh. Pikir aja, mana mungkin sih bisa membangun hubungan cinta tanpa perasaan sepenuhnya sama sosok yang kita sayangi? Bukankah suatu hubungan bakal bisa berkelanjutan kalau kita melibatkan seluruh perasaan pada si dia? Apalagi cinta sudah tumbuh dan kemudian bahkan ‘mengakuisisi’ hati kita.
“Memang, idealnya… kalau kita cinta pada seseorang harusnya cinta itu melibatkan seluruh perasaan yang juga kita miliki. Tapi kan… life never that simple,” kata Livia mengingatkan.
Jadi gimana dong? “Yah… siapkan dulu hati ini. Kalau masih luka karena ‘tragedi’ masa lalu, sembuhkan dulu. Kalau memang sudah siap nah baru mulai,” tambah Livia. “Cara menyembuhkan luka yang berat, kalau memang sudah usaha sendiri tidak bisa, datanglah ke ahli. Itu gunanya ada ilmu psikologi di dunia ini,” katanya sembari tertawa.
Nah dari pada maksain diri terlibat hubungan cinta hanya karena alasan dan kondisi yang salah, lebih baik tenangkan hati dulu kali ya? Soalnya, kalau belum sembuh dan kena masalah baru lagi, lebih pedih… Nggak mau kan?
Warning !!
Peringatan!!
Banyak mengandung artikel atau informasi untuk khusus DEWASA.
Informasi yang ada di sini bukan sebagai pengganti anjuran dan terapi yang diberikan oleh dokter atau ahli bidang bersangkutan, namun diharapkan dapat menambah pengetahuan Anda. Sebaiknya Anda tetap mengkonsultasikan masalah Anda dengan dokter keluarga Anda atau ahli bidang bersangkutan.
Bila Anda ingin berbagi artikel/ info yang menarik dan sesuai dengan topik blog ini, silahkan berbagi dengan join dan posting ke info_pria@yahoogroups.com.
Semua sumber/ penulis dari pada artikel/ tulisan/ informasi yang dimuat sudah kami usahakan untuk dicantumkan. Bila ada kesalahan harap hubungi kami pada (info_pria-owner[at]yahoogroups[dot]com). Terima kasih.
Informasi yang ada di sini bukan sebagai pengganti anjuran dan terapi yang diberikan oleh dokter atau ahli bidang bersangkutan, namun diharapkan dapat menambah pengetahuan Anda. Sebaiknya Anda tetap mengkonsultasikan masalah Anda dengan dokter keluarga Anda atau ahli bidang bersangkutan.
Bila Anda ingin berbagi artikel/ info yang menarik dan sesuai dengan topik blog ini, silahkan berbagi dengan join dan posting ke info_pria@yahoogroups.com.
Semua sumber/ penulis dari pada artikel/ tulisan/ informasi yang dimuat sudah kami usahakan untuk dicantumkan. Bila ada kesalahan harap hubungi kami pada (info_pria-owner[at]yahoogroups[dot]com). Terima kasih.
LEBIH LENGKAP!! Dapatkan DVD Info-Pria, yang berisikan e-book, kumpulan artikel, software dan lainnya. Lebih rinci klik disini.
Thursday, March 8, 2007
Biar Jodoh Nggak Kabur!
Wanita seringkali resah ketika usia sudah mendekati 30 tahun tapi jodoh belum kunjung datang. Beberapa kencan dengan pria sudah dijalani, namun entah kenapa tak ada yang berkelanjutan. Anda tentu tak mau kan jodoh kabur terus? Baca artikel berikut untuk evalusi diri.
Menurut sebuah situs perjodohan, kencan pertama penting untuk menentukan suksesnya kelanjutan sebuah hubungan. Jika kedua belah pihak merasa saling tertarik, tentu akan ada kencan-kencan lainnya.
Mengingat betapa pentingnya membuat good impression saat kencan pertama, wanita sering menjadi grogi. Hal-hal yang seharusnya tak dilakukan, justru dibuatnya. Alhasil si dia pun lari setelah kencan pertama karena anda gagal membuatnya jatuh hati. Berikut ada beberapa hal yang perlu anda tahu sebelum menjalani kencan pertama:
1. Jangan sok keibuan
Ada beberapa wanita yang ingin menunjukkan sifat keibuan mereka saat kencan pertama. Ia ingin terlihat sebagai seorang wanita yang mampu jadi ibu, mencintai anak dan mengurus keluarganya. Jika hal ini dilakukan setelah anda berkencan selama beberapa bulan dengan si dia tentu tidak masalah. Tapi jika sifat keibuan itu ditunjukkan saat kencan pertama, hmmm masalah akan datang. Menurut Kelleher, pimpinan sebuah agen perjodohan di Amerika pria belum siap mendegar baby talk di kencan pertama.
2. Jangan bicara soal mantan pacar.
Hal kedua ini benar-benar harus dihindari di kencan pertama. Para pria biasanya kurang suka dibanding-bandingkan dengan pria lain. Apalagi kalau pria yang jadi bahan perbandingan itu lebih berkualitas. Bisa-bisa si dia jadi merasa minder dihadapan anda.
Selain membanding-bandingkan, membicarakan kejelekan mantan pacar juga jadi salah satu hal terlarang saat kencan pertama. Di otak pria yang anda kencani saat itu akan berkecamuk pemikiran, "Jangan-jangan gue juga dijelek-jelekin lagi kalau udah putus nanti".
3. Jaga image
Jaga image atau jaim, penting banget dilakukan saat kencan pertama. Tapi jangan sampai gara-gara jaga image anda tidak jadi diri sendiri. Tetaplah PD dengan kepribadian yang dimiliki. Jika anda tipe ceria dan banyak omong, jangan tiba-tiba merubah diri menjadi pendiam.
4. Berperilakulah layaknya wanita
Emansipasi bukan berarti anda tidak berhak lagi mendapat layanan istimewa dari para pria. Ada beberapa wanita yang lupa akan hal ini. Ia justru ingin menunjukkan diri sebagai sosok mandiri yang tidak perlu dibantu. "Pria ingin melakukan beberapa hal kecil (menggandeng tangan ketika menyeberang jalan, membukakan pintu ketika masuk restoran) untuk pacar mereka. Jadi terimalah dengan senyuman manis apabila mereka melakukannya," imbuh Brook, salah satu pemimpin agen perjodohan yang sukses menjadi mak combalng untuk ribuan pria dan wanita yang mencari pasangan.
5. Mendominasi pembicaraan, no way!
Hal ini sering terjadi pada beberapa wanita. Apalagi kalau anda merasa hebat dan memiliki banyak kelebihan. Ingin rasanya memberitahukan semua hal itu pada pasangan. Di kencan pertama, jangan jadikan diri sendiri sebagai menu utama pembicaraan. Pria tentu akan merasa sebal karena tidak mendapatkan kesempatan berbicara tentang dirinya.
6. Terlalu agresif, nggak banget!
Jika di kencan pertama anda sudah sukses menarik perhatian si dia, janganlah terlalu agresif untuk langsung meminta kencan kedua. Sebaiknya anda juga jangan langsung menunjukkan rasa kertertarikan anda itu. Bersabarlah. Jika anda sukses menarik perhatiannya, si dia pasti akan langsung meminta kencan berlanjut tak lama setelah kencan pertama.
(kacedago.com)
Menurut sebuah situs perjodohan, kencan pertama penting untuk menentukan suksesnya kelanjutan sebuah hubungan. Jika kedua belah pihak merasa saling tertarik, tentu akan ada kencan-kencan lainnya.
Mengingat betapa pentingnya membuat good impression saat kencan pertama, wanita sering menjadi grogi. Hal-hal yang seharusnya tak dilakukan, justru dibuatnya. Alhasil si dia pun lari setelah kencan pertama karena anda gagal membuatnya jatuh hati. Berikut ada beberapa hal yang perlu anda tahu sebelum menjalani kencan pertama:
1. Jangan sok keibuan
Ada beberapa wanita yang ingin menunjukkan sifat keibuan mereka saat kencan pertama. Ia ingin terlihat sebagai seorang wanita yang mampu jadi ibu, mencintai anak dan mengurus keluarganya. Jika hal ini dilakukan setelah anda berkencan selama beberapa bulan dengan si dia tentu tidak masalah. Tapi jika sifat keibuan itu ditunjukkan saat kencan pertama, hmmm masalah akan datang. Menurut Kelleher, pimpinan sebuah agen perjodohan di Amerika pria belum siap mendegar baby talk di kencan pertama.
2. Jangan bicara soal mantan pacar.
Hal kedua ini benar-benar harus dihindari di kencan pertama. Para pria biasanya kurang suka dibanding-bandingkan dengan pria lain. Apalagi kalau pria yang jadi bahan perbandingan itu lebih berkualitas. Bisa-bisa si dia jadi merasa minder dihadapan anda.
Selain membanding-bandingkan, membicarakan kejelekan mantan pacar juga jadi salah satu hal terlarang saat kencan pertama. Di otak pria yang anda kencani saat itu akan berkecamuk pemikiran, "Jangan-jangan gue juga dijelek-jelekin lagi kalau udah putus nanti".
3. Jaga image
Jaga image atau jaim, penting banget dilakukan saat kencan pertama. Tapi jangan sampai gara-gara jaga image anda tidak jadi diri sendiri. Tetaplah PD dengan kepribadian yang dimiliki. Jika anda tipe ceria dan banyak omong, jangan tiba-tiba merubah diri menjadi pendiam.
4. Berperilakulah layaknya wanita
Emansipasi bukan berarti anda tidak berhak lagi mendapat layanan istimewa dari para pria. Ada beberapa wanita yang lupa akan hal ini. Ia justru ingin menunjukkan diri sebagai sosok mandiri yang tidak perlu dibantu. "Pria ingin melakukan beberapa hal kecil (menggandeng tangan ketika menyeberang jalan, membukakan pintu ketika masuk restoran) untuk pacar mereka. Jadi terimalah dengan senyuman manis apabila mereka melakukannya," imbuh Brook, salah satu pemimpin agen perjodohan yang sukses menjadi mak combalng untuk ribuan pria dan wanita yang mencari pasangan.
5. Mendominasi pembicaraan, no way!
Hal ini sering terjadi pada beberapa wanita. Apalagi kalau anda merasa hebat dan memiliki banyak kelebihan. Ingin rasanya memberitahukan semua hal itu pada pasangan. Di kencan pertama, jangan jadikan diri sendiri sebagai menu utama pembicaraan. Pria tentu akan merasa sebal karena tidak mendapatkan kesempatan berbicara tentang dirinya.
6. Terlalu agresif, nggak banget!
Jika di kencan pertama anda sudah sukses menarik perhatian si dia, janganlah terlalu agresif untuk langsung meminta kencan kedua. Sebaiknya anda juga jangan langsung menunjukkan rasa kertertarikan anda itu. Bersabarlah. Jika anda sukses menarik perhatiannya, si dia pasti akan langsung meminta kencan berlanjut tak lama setelah kencan pertama.
(kacedago.com)
Tips Menyatakan Cinta
Banyak orang yang masih bingung, bagaimana sih caranya menyatakan cinta kita kepada pasangan kita. Namun sebelumnya, marilah kita teliti dahulu, apa cinta itu harus dikatakan atau disampaikan dengan kata-kata atau tidak. Kalau untuk memeperjelasnya kita ambil contoh, misalnya ada masih yang pacaran, apakah itu udah bisa dibilang bahwa pasangan tersebut sudah saling mencintai, soalnya ada perbedaan juga antara saling mencitai dengan saling menyukai.
Hal yang paling sederhana dalam mencintai adalah kalau antara 2 orang saling mencintai, maka otomatis pasangan ini juga saling menyukai. Tetapi kalau hanya sebatas saling menyukai, belum tentu bisa dibilang bahwa pasangan ini saling mencintai. Jadi, bisa disimpulkan bahwa, kalau misalnya kita mencintai seseorang, maka perlu kita sampaikan terserah dalam bentuk kata-kata atau dalam bentuk sifat kita sendiri pada orang tersebut.
Untuk menyampaikan cinta ini pokoknya kita harus jelas dan jangan berbelit-belit sampai nantinya kita juga bingung sendiri dengan apa yang kita sampaikan. Kalau kita cinta ya bilang cinta, kalau tidak ya bilang tidak. Seminimal mungkin kita tidak membuat bingung orang yang kita cintai.
Ada juga hal yang harus kita perhatikan dalam menyatakan cinta kita. Misalnya kita melihat mood dari pasangan kita, apakah sedang senang atau lagi BeTe. Pokoknya usahakan jangan sampai apa yang kita sampaikan tidak menyinggung perasaan pasangan kita. Sampaikan kata cinta itu apa adanya. Atau bisa aja dengan aku cinta kamu. Ini sudah mewakili semua perasaan kita terhadap pasangan kita. Menyatakan cinta, cuma masalah apa kita berani menyampaikannya, jujur dalam penyampaiannya.
-KlaBanK
Hal yang paling sederhana dalam mencintai adalah kalau antara 2 orang saling mencintai, maka otomatis pasangan ini juga saling menyukai. Tetapi kalau hanya sebatas saling menyukai, belum tentu bisa dibilang bahwa pasangan ini saling mencintai. Jadi, bisa disimpulkan bahwa, kalau misalnya kita mencintai seseorang, maka perlu kita sampaikan terserah dalam bentuk kata-kata atau dalam bentuk sifat kita sendiri pada orang tersebut.
Untuk menyampaikan cinta ini pokoknya kita harus jelas dan jangan berbelit-belit sampai nantinya kita juga bingung sendiri dengan apa yang kita sampaikan. Kalau kita cinta ya bilang cinta, kalau tidak ya bilang tidak. Seminimal mungkin kita tidak membuat bingung orang yang kita cintai.
Ada juga hal yang harus kita perhatikan dalam menyatakan cinta kita. Misalnya kita melihat mood dari pasangan kita, apakah sedang senang atau lagi BeTe. Pokoknya usahakan jangan sampai apa yang kita sampaikan tidak menyinggung perasaan pasangan kita. Sampaikan kata cinta itu apa adanya. Atau bisa aja dengan aku cinta kamu. Ini sudah mewakili semua perasaan kita terhadap pasangan kita. Menyatakan cinta, cuma masalah apa kita berani menyampaikannya, jujur dalam penyampaiannya.
-KlaBanK
Tips Mengatasi Cobaan Cinta
Kadang kala kita merasa begitu indahnya saat-saat dimana asmara kita sedang tumbuh dan itu kita katakan saat-saat suka, tetapi cinta itu tidak selalu demikian. Selain saat-saat seperti itu, juga ada saat dimana kita harus merasakan duka dan derita dari cinta itu. Derita - derita itu bisa kita katakan cobaan cinta dan cobaan-cobaan inilah yang dapat memperlihatkan sejauh mana kita dapat mempertahankan hubungan tersebut. Adapun cara terbaik dalam menghadapi semua cobaan itu adalah dengan membina komunikasi yang baik terhadap pasangan kita. Disaat-saat seperti itu kita seharusnya mendukung pasangan kita ketika getaran-getaran suka itu mulai surut dan berusaha untuk tetap memberi perhatian, karena dengan perhatian itu kita dapat menyadari bahwa cinta bukan semata-mata selalu indah, tetapi cinta perlu di perjuangkan dan di jaga agar selalu bersemi. Disinilah kedewasaan kita di uji dalam percintaan, sadarilah bahwa cinta ada pasang surutnya. Semoga tips ini dapat membantu anda.
- KlaBanK
- KlaBanK
Sahabat Menjadi Pacar
Kamu sangat mengandalkan sahabat kamu, sebagai anugerah yang paling berharga untuk kamu.
Dimana kalau menghadiri acara resepsi berdua, sedang stres selalu menemani, selalu ada dimana pun dan kapan pun kamu membutuhkannya, menerima kamu dalam kondisi jelek atau cantik.
Tetapi bagaimana, kalo tiba-tiba perasaan itu mulai muncul. Awalnya gelisah jika tidak bertemu, iri bila ia bercanda dengan teman lain, dan cemburu jika sedikit saja membedakan kamu dengan yang lain.
Itu tanda bahwa benih-benih cinta mulai bertumbuh, tapi kalo dia tidak memiliki perasaan sama, maka
1. Mulailah memberikan dan membiasakan diri dengan panggilan khusus. Ini sangat penting untuk saling mendekatkan perasaan dan meningkatkan sense of belonging.
2. Jadilah pendengar yang baik atas segala keluh kesahnya, dan tahan dengan baik perasaan cinta kamu, agar dia tidak menjauh dari hidup kamu.
3. Tekankan padanya walau apapun yang terjadi, kamu selalu siap mendampinginya kapan saja dan dimana diperlukan.
4. Berikan perhatian lebih daripada yang sebelumnya, bisa dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar keadaan dirinya. Kenapa murung, Sudah makan dan sebagainya.
5. Berikan hadiah kecil dan kejutan kecil, tidak perlu mahal, namun berarti buat dia. Untuk tugas kamu ialah menggali perasaannya yang terdalam untuk mengetahui kebutuhannya ataupun hal-hal yang membuatnya berkesan.
Memang proses ini butuh waktu, dan kesabaran, keuletan, serta kecerdasan kamu menjadi andalan keberhasilan misi ini.
Jadi kata siapa cinta tidak butuh keuletan, kecerdasan dan kesabaran. Dan tentu saja yang pasti Yang Maha Kuasa juga yang menentukan.
- KlaBanK
Dimana kalau menghadiri acara resepsi berdua, sedang stres selalu menemani, selalu ada dimana pun dan kapan pun kamu membutuhkannya, menerima kamu dalam kondisi jelek atau cantik.
Tetapi bagaimana, kalo tiba-tiba perasaan itu mulai muncul. Awalnya gelisah jika tidak bertemu, iri bila ia bercanda dengan teman lain, dan cemburu jika sedikit saja membedakan kamu dengan yang lain.
Itu tanda bahwa benih-benih cinta mulai bertumbuh, tapi kalo dia tidak memiliki perasaan sama, maka
1. Mulailah memberikan dan membiasakan diri dengan panggilan khusus. Ini sangat penting untuk saling mendekatkan perasaan dan meningkatkan sense of belonging.
2. Jadilah pendengar yang baik atas segala keluh kesahnya, dan tahan dengan baik perasaan cinta kamu, agar dia tidak menjauh dari hidup kamu.
3. Tekankan padanya walau apapun yang terjadi, kamu selalu siap mendampinginya kapan saja dan dimana diperlukan.
4. Berikan perhatian lebih daripada yang sebelumnya, bisa dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar keadaan dirinya. Kenapa murung, Sudah makan dan sebagainya.
5. Berikan hadiah kecil dan kejutan kecil, tidak perlu mahal, namun berarti buat dia. Untuk tugas kamu ialah menggali perasaannya yang terdalam untuk mengetahui kebutuhannya ataupun hal-hal yang membuatnya berkesan.
Memang proses ini butuh waktu, dan kesabaran, keuletan, serta kecerdasan kamu menjadi andalan keberhasilan misi ini.
Jadi kata siapa cinta tidak butuh keuletan, kecerdasan dan kesabaran. Dan tentu saja yang pasti Yang Maha Kuasa juga yang menentukan.
- KlaBanK
Jatuh Cinta? Atau Tergila-gila?
Akhirnya, kamu bertemu dengan si dia. Orang yang buat kamu adalah "The One". Tampaknya kamu telah menemukan orang yang membuat semuanya terasa indah. Wajahmu mungkin berubah, makan terasa hambar, tidur tidak terasa nyenyak, dan segala macam hal lainnya. Teman-temanmu mulai menggodamu setiap kali ia lewat, atau karena mukamu memerah ketika kamu berbicara tentangnya.
Apakah kamu sedang jatuh cinta? Sebagian besar orang mungkin mengatakan demikian. Tapi apakah benar? Jawabannya : Mungkin ya, tapi mungkin juga tidak. Kamu bisa saja benar-benar jatuh cinta, atau hanya sekedar tergila-gila.
Jangan takut dulu, sebab tidak hanya bagi remaja, tapi untuk hampir semua orang dari segala umur pun seringkali kesulitan dalam membedakan kedua hal tersebut, bahkan walaupun telah terjalin suatu hubungan (baca: kamu dan dia sudah "jadian" dan jalan beberapa bulan).
Apa sih cinta itu ? Wah, mungkin sudah sejuta definisi yang pernah dibuat untuk kata yang satu itu. Yang jelas adalah cinta itu tumbuh sering dengan berkembangnya hubungan. Cinta tak terjadi begitu saja, tapi berkembang dengan perlahan, alamiah dan tentunya, tulus.
Bingung apakah kamu kini sedang jatuh cinta atau cuma tergila-gila saja ? Untuk membantumu, coba baca beberapa karakteristik dibawah ini:
Cinta adalah:
Sesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiap harinya. Didalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dari perasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajar kita menjadi sabar dan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tak terburu-buru. Sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima si dia beserta apapun kekurangannya. Ketika kedua orang yang terlibat di dalamnya bisa menjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatu yang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya. Di dalam cinta tak ada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatu yang selalu memberi kita kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yang diberikan dan diterima. Ketika kita tetap merasa dekat dengan pasangan kita, walau berada jauh sekali. Sesuatu yang tetap bisa seimbang dengan aspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu dimana keduanya bisa menghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yang membuat kita berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuat kita menjadi orang yang lebih baik.
Tergila-gila adalah:
Gairah instan yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatu yang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yang diharapkan terakhir hanyalan intimitas. Sesuatu yang tidak hanya melibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupun kepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusan terburu-buru. Ketika kita selalu memiliki perasaan tak aman bahwa kita akan kehilangan pasangan kita suatu saat. Tak pernah puas akan pasangan kita, dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yang membuat kita merasa gelisah dan stres ketika si dia tidak sedang bersama kita. Sesuatu yang membuat kita merasa gembira dan bersemangat, tapi bukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuat kita melakukan hal-hal yang bisa kita sesali nanti, tidak seperti cinta.
Kesimpulannya, tergila-gila hanyalah sebuah ilusi bahwa kamu sedang jatuh cinta dengan orang lain. Jangan cepat terjebak dengan pikiran bahwa kita sedang jatuh cinta kepada seseorang. Pikirkanlah dahulu masak-masak, apalagi jika ternyata kalian berdua akan menjalin sebuah hubungan. Love is an amazing thing and youll find it someday. Good luck! (kafedago.com)
Apakah kamu sedang jatuh cinta? Sebagian besar orang mungkin mengatakan demikian. Tapi apakah benar? Jawabannya : Mungkin ya, tapi mungkin juga tidak. Kamu bisa saja benar-benar jatuh cinta, atau hanya sekedar tergila-gila.
Jangan takut dulu, sebab tidak hanya bagi remaja, tapi untuk hampir semua orang dari segala umur pun seringkali kesulitan dalam membedakan kedua hal tersebut, bahkan walaupun telah terjalin suatu hubungan (baca: kamu dan dia sudah "jadian" dan jalan beberapa bulan).
Apa sih cinta itu ? Wah, mungkin sudah sejuta definisi yang pernah dibuat untuk kata yang satu itu. Yang jelas adalah cinta itu tumbuh sering dengan berkembangnya hubungan. Cinta tak terjadi begitu saja, tapi berkembang dengan perlahan, alamiah dan tentunya, tulus.
Bingung apakah kamu kini sedang jatuh cinta atau cuma tergila-gila saja ? Untuk membantumu, coba baca beberapa karakteristik dibawah ini:
Cinta adalah:
Sesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiap harinya. Didalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dari perasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajar kita menjadi sabar dan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tak terburu-buru. Sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima si dia beserta apapun kekurangannya. Ketika kedua orang yang terlibat di dalamnya bisa menjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatu yang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya. Di dalam cinta tak ada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatu yang selalu memberi kita kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yang diberikan dan diterima. Ketika kita tetap merasa dekat dengan pasangan kita, walau berada jauh sekali. Sesuatu yang tetap bisa seimbang dengan aspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu dimana keduanya bisa menghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yang membuat kita berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuat kita menjadi orang yang lebih baik.
Tergila-gila adalah:
Gairah instan yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatu yang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yang diharapkan terakhir hanyalan intimitas. Sesuatu yang tidak hanya melibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupun kepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusan terburu-buru. Ketika kita selalu memiliki perasaan tak aman bahwa kita akan kehilangan pasangan kita suatu saat. Tak pernah puas akan pasangan kita, dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yang membuat kita merasa gelisah dan stres ketika si dia tidak sedang bersama kita. Sesuatu yang membuat kita merasa gembira dan bersemangat, tapi bukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuat kita melakukan hal-hal yang bisa kita sesali nanti, tidak seperti cinta.
Kesimpulannya, tergila-gila hanyalah sebuah ilusi bahwa kamu sedang jatuh cinta dengan orang lain. Jangan cepat terjebak dengan pikiran bahwa kita sedang jatuh cinta kepada seseorang. Pikirkanlah dahulu masak-masak, apalagi jika ternyata kalian berdua akan menjalin sebuah hubungan. Love is an amazing thing and youll find it someday. Good luck! (kafedago.com)
Bahasa Cinta Membuat Panjang Umur!
Kasih sayang dan perhatian dapat mengurangi risiko penyakit jantung, demikian hasil studi yang dilakukan di Amerika. Benar, lho! Hal itu dapat dijelaskan secara ilmiah. Menurut Janice Kiecolt-Glaser, PhD, dosen dan Direktur Kesehatan Psikologi di Ohio State University College of Medicine, kasih sayang dapat menjaga hormon stres tetap rendah. Kalimat-kalimat manis dan kehangatan juga dapat mengurangi beban keseharian.
Studi ini menunjukkan bahwa bahasa mempengaruhi tingkat cortisol yang merupakan hormon pengendali stres yang mempengaruhi tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi akan meningkatkan stress. Menurut Kiecolt-Glaser, wanita cenderung memiliki cortisol yang lebih tinggi dibanding pria.
"Dengan tingkat cortisol tinggi (2-3 kali normal), wanita memiliki kecenderungan cerai setelah 10 tahun pernikahan," katanya. Sebenarnya hal ini masih merupakan kesimpulan kasar, tetapi percaya atau tidak, dalam studi yang dilakukan selama sepuluh tahun itu terbukti bahwa wanita dengan cortisol tinggi bisa cerai lebih dari dua kali. Hmm...
Tingkat cortisol pada pria tidak seperti yang diduga. Pria memiliki respons yang lebih lambat, lama dan pendek terhadap masalah-masalah yang diterimanya, termasuk masalah pernikahan. Mungkin karena sikapnya yang lebih cuek dibanding wanita.
Direktur Center for Relationship Therapy di Atlanta, David Woodsfellow, mengatakan bahwa masalah pernikahan memang dapat meningkatkan stres, baik pada pria maupun wanita. "Oleh sebab itu, untuk meredam masalah pernikahan, ada baiknya apabila pasangan mempertahankan komunikasi yang baik," kata Woodsfellow.
Menurutnya, setiap orang memang memiliki pandangan dan prinsip berbeda-beda, tetapi mereka harus mulai menanggalkan ego dan sifat buruk masih-masing begitu bersatu dalam ikatan pernikahan. "Setelah menikah, Anda harus rela berbagi makanan, malam, kesibukan, liburan dan ranjang! Kalau dilakukan dengan baik, hal itu dapat mengurangi beban stres," kata Woodsfellow.
Kendati urusan umur ada di tangan Tuhan, tetapi secara medis, tingkat stres yang rendah bisa mengurangi risiko terjangkitnya penyakit-penyakit mematikan.
Mangkanye, bae-bae ya mpok dan abang! (imaulana)
Studi ini menunjukkan bahwa bahasa mempengaruhi tingkat cortisol yang merupakan hormon pengendali stres yang mempengaruhi tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi akan meningkatkan stress. Menurut Kiecolt-Glaser, wanita cenderung memiliki cortisol yang lebih tinggi dibanding pria.
"Dengan tingkat cortisol tinggi (2-3 kali normal), wanita memiliki kecenderungan cerai setelah 10 tahun pernikahan," katanya. Sebenarnya hal ini masih merupakan kesimpulan kasar, tetapi percaya atau tidak, dalam studi yang dilakukan selama sepuluh tahun itu terbukti bahwa wanita dengan cortisol tinggi bisa cerai lebih dari dua kali. Hmm...
Tingkat cortisol pada pria tidak seperti yang diduga. Pria memiliki respons yang lebih lambat, lama dan pendek terhadap masalah-masalah yang diterimanya, termasuk masalah pernikahan. Mungkin karena sikapnya yang lebih cuek dibanding wanita.
Direktur Center for Relationship Therapy di Atlanta, David Woodsfellow, mengatakan bahwa masalah pernikahan memang dapat meningkatkan stres, baik pada pria maupun wanita. "Oleh sebab itu, untuk meredam masalah pernikahan, ada baiknya apabila pasangan mempertahankan komunikasi yang baik," kata Woodsfellow.
Menurutnya, setiap orang memang memiliki pandangan dan prinsip berbeda-beda, tetapi mereka harus mulai menanggalkan ego dan sifat buruk masih-masing begitu bersatu dalam ikatan pernikahan. "Setelah menikah, Anda harus rela berbagi makanan, malam, kesibukan, liburan dan ranjang! Kalau dilakukan dengan baik, hal itu dapat mengurangi beban stres," kata Woodsfellow.
Kendati urusan umur ada di tangan Tuhan, tetapi secara medis, tingkat stres yang rendah bisa mengurangi risiko terjangkitnya penyakit-penyakit mematikan.
Mangkanye, bae-bae ya mpok dan abang! (imaulana)
Subscribe to:
Posts (Atom)